Wednesday, March 02, 2005
NUSAKAMBANGAN - tak semenakutkan seperti yang kubayangkan

  10 Februari '05, untuk Pertama kalinya aku menginjakkan kaki di pulau Nusakambangan. Untuk menjangkau pulau ini cukup dengan menggunakan kapal veri kecil dengan waktu perjalanan hanya sekitar 10 menit dari pelabuhan Cilacap. Agar tidak tersesat di pulau ini, aku menyarankan untuk ikut tur, dengan ditemani pemandu kita dijamin ga akan tersesat selian itu juga mereka bisa membawa kita ke tempat2 menarik sekaligus sedikit bercerita tentang pulau ini, paket tur ini biasanya berdurasi selama 4 jam. Awalnya aku sedikit ragu karena peserta tur waktu itu sangat sedikit, hanya 1 keluarga sekitar 6-7 orang dalam 1 mobil ditambah aku dan "ehm"ku dengan kendaraan sepeda motor. Tapi dengan modal nekat dan cuek serta percaya diri, akhirnya kami ikut juga. Kesan pertama waktu tiba di Nusakambangan terus terang ada sedikit rasa takut, karena suasananya

yang lengang, sebagian besar pulau masih berupa hutan dan rawa, pemukiman yang masih jarang, dan ditambah lagi dengan 'image' yang terbentuk dari cerita orang-orang yang aku dengar tentang pulau ini. Tapi itu tadi, dengan modal nekat, cuek dan percaya diri, tur pun berlanjut. Tempat wisata yang pertama kali kami kunjungi adalah sebuah Goa yang diberi nama "Goa Ratu". Goa ini panjangnya sekitar 4,5 km dan berujung di pantai selatan, untuk menelusuri goa ini ga bisa sembarangan karena pada kedalaman lebih dari 100 m aja udah butuh tabung oksigen, katanya baru sedikit orang yang mampu menelusuri goa ini sampai ke ujung. Kami ditawari untuk masuk ke goa tapi hanya kurang dari 100 m, dan kami setuju. Sambil menunggu alat penerangan (lampu petromak) tiba, kami ditawari cinderamata berupa batu2 akik (tapi sayangnya aku ga suka sih, jadi ga beli). Ketika aku mengamati para penjualnya, aku agak sedikit ngeri juga, karena hampir semua penjual itu memiliki tato yang cukup banyak menghiasi (atau mengotori ya..) tubuh mereka. Setelah sedikit berbincang2, ternyata meraka adalah alumni pemasyarakatan Nusakambangan, setelah mereka lulus, kemudian mereka masih ingin tinggal di Nusakambangan, atau kalo boleh aku duga, mereka tidak punya tempat untuk kembali. Tapi seperti kata Seurieus... "alumni LP juga Manusia, punya rasa, punya hati, jangan samakan dengan pisau belati...", mereka hanyalah orang yang mungkin dulu pernah khilaf dan ingin kembali diterima masyarakat. Kalo aku amati sih mereka cukup ramah, hanya pembawaannya aja yang menyisakan bekas masa2 suram mereka, tapi sudahlah...itu masa lalu mereka. Beberapa menit kami menunggu, serombongan peserta tur dalam 2 mobil tiba di goa Ratu, akhirnya...ada tambahan orang juga, aku jadi lebih lega. Kami hanya di ajak masuk kurang dari 100 meter aja, itu aja udah agak sulit karena lantai goa yang becek sisa hujan semalam dan sangat gelap soalnya lampu petromaknya cuma 2. Di dalam goa, seperti goa pada umumnya banyak terdapat bentukan2 batu, stalaktit, stalakmit, apalagi ya...ya kaya' gitu deh dengan dinding2 bertekstur yang menurutku sangat indah. Tapi sayangnya, katanya pada saat2 tertentu masih sering digunakan orang2 salah tujuan bersemedi atau melakukan ritual aneh di tempat itu. Setelah jeprat sana-jepret sini, berpose, ngedengerin cerita tentang goa ini, kami keluar dari goa dan melanjutkan perjalanan menuju pantai.

Dalam perjalanan kami menemukan beberapa pemukiman penduduk, tapi masih sangat jarang dan tetap saja...terasa sepi, tapi anehnya di sana ada sekolah tinggi ilmu hukum (aku lupa namanya...sorry), aku berpikir...siapa yang mau kuliah di sana ya? hehe. Kami juga melewati beberapa rutan, di antaranya rutan batu (kostnya Tommy), rutan kembang kuning, trus apalagi ya...lupa, kata pemandunya ada 5 atau 6 (aku lupa juga) rutan di Nusakambangan. Dari Goa ratu menuju pantai kami tempuh kurang lebih selama 20 menit dengan jalan yang meskipun sudah diaspal tapi banyak lubang di sana-sini. Pertama kali melihat pantai, aku langsung menilai bahwa pantai ini indah banget, perpaduan antara batu karang, pasir, laut, sedikit rerumputan, dan bentuk pantainya memang sangat indah. Pengennya sih langsung ngejebur atau hanya sekedar main di pinggir pantai, tapi suasananya lagi panas banget (maklum tengah hari) dan ombaknya juga cukup tinggi, lumayan menakutkan bagi orang yang ga bisa renang :) Di salah satu pulau karang kecil yang ga jauh dari pantai, tertancap pisau komando beton khas Kopasus, katanya mereka sering latihan juga di sini. Kami berteduh di sebuah tempat yang disediakan untuk duduk santai sambil memandang lepas ke arah pantai dan laut selatan, dan seperti biasa...sambil jepret sana-jepret sini. Waktu masih enak2nya menikmati suasana pantai, dari kejauhan pemandu kami melambaikan tangan agar kami segera kembali, karena waktu tur sudah hampir habis, dan kami juga harus ikut jadwal penyeberangan kapal berikutnya. Untuk kembali ke pelabuhan dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah beberapa menit menunggu (sambil beristirahat), akhirnya kapal veri-nya datang juga. Perlahan kapal mulai bergerak meninggalkan pulau Nusakambangan, aku terus mengamati pulau itu yang semakin menjauh dari pandangan. Pulau yang indah, tak semenakutkan 'image' yang menempel padanya...gumamku dalam hati

beberapa hasil jepret sana-jepret sini:


 
Goa Ratu 1


 
Pantai Nusakambangan 1


 
Goa Ratu 2

 
Pantai Nusakambangan 2


Posted at 07:51 pm by Andi

aby
March 3, 2005   07:28 AM PST
 
sorry mbah being comment-mu jadi ilang, gara-gara postingan nya rusak karena di edit berulang-ulang, mungkin blogdrivenya jadi pusing :)
andriw
March 3, 2005   11:10 AM PST
 
yo wis rapopo dab, :D Keep blogging wae lah. Sep sep.
han
April 5, 2007   05:43 PM PDT
 
fren, tolg aq dikirmn dong foto nusakambangne aku bth nech
aduH L-13
May 7, 2007   11:29 PM PDT
 
aku pernah berwisata ke nusa kambangan bersama kawan-kawan di cilacap sekitar tahun 2004. waktu itu aku masih kerja di cilacap antara 2003-2004. kenangan di sana tak mungkin terlupakan olehku. trims utk mas andi atas posting dan foto2nya tentang nusa kambangan.
jaka
November 7, 2008   04:31 PM PST
 
serem nusakambangan, katanya banyak ular cobra sengaja dilepas di sana...
cicilia
March 1, 2009   08:28 PM PST
 
Nggak Mas Jaka,bukan sengaja di lepas,tp mmg hutan belantara,babi,macan jg msh ada..tp klo mas bisa msk ke dalem NK lbh indah lagi lho..di ujungnya NK,ada pantai pasir putih apalagi klo malem..mm..romantis sekali..seneng ya ada yg bisa bercerita ttg NK yg indah..bkn yg serem2 doang....
tulus
March 21, 2009   12:23 PM PDT
 
mas njaluk asal usul nusa kambangan lah

ben aku dadi reti sejaraeh

plis brow
anna
May 31, 2009   02:47 PM PDT
 
kadang terpikir kan juga untuk aku berkunjung ke nusa kambangan melihat langsung suasana di sana, tapi keluarga gak ngijinin. mas kalau ada bagi dong foto foto nya kirim ke e mail q atien_parwatie@yahoo.com makasih
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry

Andi Suhendra

Aku lahir di Serang, 21 Oktober 1980. Dari lahir ampe SMU di Serang, trus lanjutin kuliah di dJogdja tercinta. Sekarang tinggal dan kerja di Jakarta. Sekarang ini setelah menikah I am living in Balikpapan..

____________________


Ini tempatku menumpahkan segala yang terlintas dalam benak, tempatku berbagi cerita, hoby, etc. Hope you like it and share your everything with me

____________________

Entries-nya Sijagur

Lorong Sunyi ~

Ayat-Ayat Cinta ~

D I A M ~

La Tahzan ~

Life is Nothing but Choices ~

Restart! ~

Great Song from Coldplay ~

Another Day in Another Paradise ~

Sebuah catatan di akhir bulan Juni ~

Ujian...bagaimana menyikapinya? ~

Mengerti & Dimengerti ~

Kata Hati ~

Sebuah Pilihan... ~

Wajah Sinetron Remaja Indonesia ~

Road to Bandoenk - kursus singkat fotografi ~

NUSAKAMBANGAN - tak semenakutkan ... ~

Aby & Maira ~

I want to be like Tim !!! ~

Tebakan yukkk.... ~

What You Want Is Not What You Get ~

Kisah Seorang Pendo'a ~

Dongeng ketika tidur... ~

MUSE "Hysteria" ~

Renungan hari ini (180904) ~

____________________



   







If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
rss feed