Katanya, hati kita itu terus berbicara lho...selalu mengingatkan pada kita mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi seringkali kita mengabaikannya, sehingga lama kelamaan suaranya makin lemah ... semakin lemah lagi... semakin lemah terus ... lalu akhirnya kita ga bisa mendengarkannya lagi.
Katanya lagi, waktu kecil kita sering mendengar apa kata hati kita, karena kita dulu masih lugu dan polos, hatipun jadi senang membisikkan suaranya pada kita. Seiring dengan perkembangan diri kita, banyak input yang masuk ke kita, baik positif ataupun negatif, tapi yang jelas mempengaruhi cara pandang, cara berpikir, cara bertindak dll, sehingga kita mulai tidak mau mendengarkan kata hati, dan suara hatipun akhirnya kalah lantang oleh rasio, perasaan, atau bahkan perkataan dari orang lain. Mungkin saat ini, ketika kita sedang menghadapi suatu masalah, kita lebih suka mengandalkan rasio ketimbangan suara jujur dari hati kita. Padahal suara hati tidak pernah menjerumuskan kita, bahkan akan selalu membimbing kita pada suatu solusi yang terbaik. So...kalo lagi ada masalah...luangkan waktu sebentar...tenangkan diri...tarik nafas (jangan kentut :P)...and then...listen to your heart...(kalo masih kedengeran hihihihi)
Aku lahir di Serang, 21 Oktober 1980. Dari lahir ampe SMU di Serang, trus lanjutin kuliah di dJogdja tercinta. Sekarang tinggal dan kerja di Jakarta. Sekarang ini setelah menikah I am living in Balikpapan..
____________________
Ini tempatku menumpahkan segala yang terlintas dalam benak, tempatku berbagi cerita, hoby, etc. Hope you like it and share your everything with me