Friday, January 13, 2006
Life is Nothing but Choices

Aku lagi suka sama sebuah potongan kalimat yang terkenal : Life is nothing but choices. Mungkin bener juga, karena dari pagi aku buka mata, sampe malem mau tidur, otakku sering banget dipake untuk menentukan pilihan-pilihan yang selalu aku hadapi. Dari hal yang sepele, seperti; sebelum ke kantor aku mandi dulu atau ngga' ya? (tapi untungnya aku lebih sering memilih untuk mandi sih....Tongue), sampe hal yang sangat-sangat penting seperti; pilih es teh manis atau teh manis anget? ups sorry, sepertinya itu juga hal sepele....pokoknya segala hal yang kita temui sehari-hari pasti mengandung pilihan, yang tentunya masing-masing memiliki tingkat kesulitan (dalam menentukannya) dan konsekuensi yang berbeda-beda. Terkadang saking gampangnya pilihan itu sampai2 kita memutuskannya tanpa berpikir, dan biasanya konsekuensi pilihan seperti ini tidak terlalu besar. Sebaliknya ketika kita menghadapi pilihan yang sangat sulit dengan konsekuensi yang besar, yang menentukan masa depan atau bahkan hidup kita, tentu saja kita akan selalu dibuat berpikir ekstra untuk menentukannya.

Dalam sebuah voting,  bersikap abstein juga adalah pilihan, yaitu kita memilih untuk tidak memlih salah satu dari pilihan yang ada. Jadi tidak benar kalo ada yang berkata "aku engga punya pilihan", akan selalu ada pilihan lain, tapi mungkin konsekuensi pilihan yang lain itu lebih buruk atau mungkin pilihan lain itu tidak terpikirkan. Misalnya, seseorang yang mengambil barang yang bukan miliknya, kemudian tertangkap, ketika ditanyai, dia menjawab "saya tidak punya pilihan lain, anak saya tidak makan kalo saya tidak mengambil barang itu". Coba lihat deh, dari kata-kata dia aja, sudah ada pilihan lain, yaitu pilihan untuk tidak mengambil barang milik orang lain dengan konsekuensi anaknya tidak makan, atau pilihan lain, misalnya ngamen atau seperti yang pernah aku lihat di bis, ada orang naik bis, trus bilang "Bapak dan Ibu, saya baru keluar dari LP Cipinang, sekarang saya belum dapat kerjaan, jadi dari pada saya berbuat kriminal lagi, saya meminta...bla..bla...bla..." (mau meminta bantuan tapi menebar horor dulu Tongue).

Jadi begitulah, karena kita tak pernah lepas dari pilihan dan memilih, jadi sebaiknya kita memohon kepada Allah, agar kita diberikan kebijaksanaan dan pandangan yang luas dalam menentukan pilihan. Shalat istikharah juga baik. Ya gitu aja deh, cuma iseng kok...Tongue

   


Posted at 10:02 pm by Andi

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry

Andi Suhendra

Aku lahir di Serang, 21 Oktober 1980. Dari lahir ampe SMU di Serang, trus lanjutin kuliah di dJogdja tercinta. Sekarang tinggal dan kerja di Jakarta. Sekarang ini setelah menikah I am living in Balikpapan..

____________________


Ini tempatku menumpahkan segala yang terlintas dalam benak, tempatku berbagi cerita, hoby, etc. Hope you like it and share your everything with me

____________________

Entries-nya Sijagur

Lorong Sunyi ~

Ayat-Ayat Cinta ~

D I A M ~

La Tahzan ~

Life is Nothing but Choices ~

Restart! ~

Great Song from Coldplay ~

Another Day in Another Paradise ~

Sebuah catatan di akhir bulan Juni ~

Ujian...bagaimana menyikapinya? ~

Mengerti & Dimengerti ~

Kata Hati ~

Sebuah Pilihan... ~

Wajah Sinetron Remaja Indonesia ~

Road to Bandoenk - kursus singkat fotografi ~

NUSAKAMBANGAN - tak semenakutkan ... ~

Aby & Maira ~

I want to be like Tim !!! ~

Tebakan yukkk.... ~

What You Want Is Not What You Get ~

Kisah Seorang Pendo'a ~

Dongeng ketika tidur... ~

MUSE "Hysteria" ~

Renungan hari ini (180904) ~

____________________



   







If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
rss feed