 |
 |
 |
 |
 |
|
Monday, January 24, 2005
Suatu malam ketika aku tertidur dalam keadaan marah pada diriku sendiri, tidak puas dengan keadaanku sekarang ini, ruhku keluar dari tubuhku, sesaat ruhku melayang di atas tubuhku sebelum kemudian melesat pergi.
Dalam perjalanan, ruhku teringat akan seorang pejabat kaya di kota asalku, ruhku berpikir..."mungkin aku ingin jadi pejabat kaya seperti dia", lalu secepat kilat ruhku terbang ke kota asalku. Di depan sebuah rumah mewah ruhku berhenti, tampak pada bagian depan terparkir 4 buah mobil mewah, 2 di antaranya buatan Eropa dan sisanya buatan Jepang. Sejenak ruhku memandangi rumah ini, lalu masuk menembus pagar dan dinding rumah menuju sebuah kamar yang tertata apik dan tentu saja...mewah. Di dalam kamar itu, terlihat seorang lelaki paruh baya sedang duduk terpekur di atas tempat tidur, di tangannya terdapat setumpuk uang 100 ribu yang aku yakin jumlahnya sangat banyak. Ruhku terheran-heran, gerangan apa yang ada di benak lelaki itu sehingga di malam yang selarut ini dia belum tidur, wajahnya tampak cemas dan sepertinya dalam keadaan ketakutan. Lalu ruhku mencoba mencari tau penyebabnya, ruhku kemudian mengajak bicara ruh lelaki itu. Setelah 5 menit berbincang-bincang, ruhku mengerti keadaan lelaki itu. Dia adalah seorang anggota dewan yang sedang ketakutan karena dikejar-kejar tim pemberantas korupsi. Uang yang ada ditangannya adalah sebagian hasil mark-up proyek yang ditanganinya 6 bulan lalu, sisanya sudah habis dipakai jalan-jalan dan belanja di luar negri. Lelaki itu sedang bingung, apakah dia akan mengembalikan uang yang ada di tangannya itu atau tidak? Dia masih menimbang-nimbang, apakah dengan mengembalikan uang itu, hukuman yang akan diterimanya akan jadi lebih ringan? Sejenak ruhku berpikir...ruhku yakin, bukan menjadi orang seperti ini yang aku harapkan,menjadi orang yang punya kuasa, punya harta yang berlimpah, tapi selalu merasa tidak tenang, gelisah, dan ketakutan.
Kemudian ruhku kembali terbang, sejenak ia melayang-layang tanpa tujuan. Tiba-tiba ruhku teringat seorang artis favoritku, aha.... mungkin aku ingin jadi terkenal, kaya, dan jadi pujaan banyak orang seperti artis itu. Sejurus kemudian ruhku terbang dan behenti di sebuah kawasan yang tampak ramai dengan orang-orang yang sedang memegang kamera, lampu sorot, mikrofon dan macam-macam benda lainnya. Ruhku ternyata tiba di sebuah lokasi syuting di daerah ibukota, kemudian ruhku mulai mencari artis favoritku itu. Di sebuah kursi di sudut ruangan, duduk terpuruk seorang wanita cantik dengan wajah yang tampak sangat lelah setelah seharian dia berpura-pura sedih, pura-pura senang, pura-pura marah, semuanya dilakukan di depan kamera. Aku yakin yang dinginkkan wanita itu hanyalah pulang, mandi lalu kemudian tertidur di atas kasur yang empuk. Setelah beberapa saat wanita itu beristirahat, tiba-tiba terdengar suara lagu dari sebuah telepon genggam model terbaru, di ujung telepon terdengar suara pembantunya yang terdengar sangat cemas. Pembantunya melaporkan bahwa anak artis wanita itu sakitnya bertambah parah, panas tubuh anaknya kembali naik setelah agak turun pagi tadi saat dia akan pergi ke lokasi syuting. Dengan tergesa ia bangkit dari tempat duduknya, setelah berbicara kepada seseorang, dengan setengah berlari ia pergi ke tempat mobilnya terparkir. Baru saja dia memegang handle pintu mobil jaguar merah miliknya, tiba-tiba segerombolan orang datang berlarian ke arahnya sambil membawa kamera dengan lampu blitznya yang sangat menyilaukan mata dan beberapa batang mikrofon di todongkan tepat di depan bibir tipisnya. Ruhku mencoba mendengar apa yang ditanyakan orang-orang itu, dengan berebutan orang-orang itu kebanyakan menanyakan status perceraian artis wanita itu dengan suaminya dan status perwalian seorang anak perempuan hasil perkawinannya yang baru berusia 5 tahun. Artis wanita itu mulanya menolak menjawab semua pertanyaan-pertanyaan mereka, tapi karena orang-orang itu terus mendesak, tiba-tiba amarah wanita itu meledak, sambil mengumpati orang-orang itu ia membuka pintu mobilnya, membanting pintu mobil, lalu menginjak pedal gas dalam-dalam dan mobil melaju kencang meninggalkan lokasi tersebut. Sejenak ruhku bergumam, bukan...bukan ini yang aku harapkan, menjadi seseorang yang terkenal, banyak harta, dikelilingi penggemar kemanapun ia melangkah tapi tidak memiliki waktu untuk keluarga, orang-orang terdekat dan orang-orang yang dicintainya, bahkan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri, dan yang juga menyakitkan...segala sesuatu yang berkaitan dengannya termasuk masalah rumah tangganya sekalipun tidak pernah luput dari para wartawan dan juru foto, sama sekali tidak punya ruang bergerak yang bebas.
Ruhku kembali melayang di angkasa malam yang semakin larut, tanpa terasa ruhku terbang kembali ke kamarku, tapi ia tidak langsung masuk dalam tubuhku, ruhku melayang-layang di atas tubuhku, terus mengamatiku. Ruhku bertanya pada dirinya sendiri, sebenarnya apa yang membuat aku sering merasa tidak puas dengan keadaanku sekarang ini. Aku tidak sedang dikejar-kejar tim pemberantas korupsi seperti lelaki pejabat itu, aku punya cukup waktu untuk bekerja, jalan-jalan, mengunjungi dan berbagi kasih dengan orang-orang yang aku sayangi, dan tidak kehilangan privacy seperti artis wanita itu. Apa sebenarnya yang aku cemaskan??? Bila aku memandang dari sudut pandang orang lain, mungkin orang lain akan merasa iri dengan keadaanku sekarang, tapi mengapa aku sendiri merasa tidak puas. Tiba-tiba ruhku teringat serangkaian kata-kata bijak dari seorang ulama, bahwa kepuasan itu berada di hati, semakin ia pandai bersyukur dan menerima segala sesuatunya dengan lapang dada, maka pada titik itulah kepuasan bisa dicapai. Ruhku kembali berpikir...kata-kata ulama itu memang sangat tepat, aku lebih banyak mengeluh ketimbang bersyukur, lebih banyak berbuat dosa dibandingkan dengan amal baik ....Ya Allah....aku semakin jauh dari Mu....ampunilah segala lupaku padaMu, ampunilah aku atas limpahan nikmatMu yang belum aku syukuri... Ruhku tersadar, |
| bahwa Allah menciptakan semuanya berikut dengan segala keseimbangannya, baik-buruk, senang-susah, gembira-sedih... lalu ruhku dengan segenap kerinduannya ingin segera kembali berada di dalam tubuhku. Baru saja ruhku akan masuk ke tubuhku, tiba-tiba selintas ia melihat wajahku yang sedang tertidur itu tersenyum, gerangan apa yang ada dalam mimpiku sehingga dalam tidur aku bisa tersenyum. Kemudian ruhku mencoba mencari tau, dan ternyata....aku sedang bermimpi bertemu dengan kekasihku yang jauh...:) have a good night sleep |
 |
Posted at 01:19 pm by Andi
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
 |
|
 |